“St. Anna Church and Bethesda Pool in Jerusalem”
Pagi-pagi kami sudah bersiap-siap dari Rimonim Jerusalem Hotel menuju gereja St. Anna dan kolam Bethesda. Untuk mencapai tempat tersebut kami melewati Old Jerusalem yang
kebanyakan daerah tersebut sudah banyak ditempati oleh orang-orang Arab
yang berwarga Negara Israel. Bus mengantar kami dan akhirnya kami
berhenti disuatu tempat dan dilanjutkan dengan berjalan kaki dan
menyusuri jalan yang menurun dan akhirnya kami tiba di sebuah gerbang,
yang mana gerbang tersebut sedang dalam proses perbaikan.

Gerbang yg kami lihat ternyata adalah Gerbang Singa atau terkenalnya The Lion’s Gate.
Namun menurut tradisi, Gerbang Singa ini juga disebut sebagai Gerbang
Stefanus, yang dijadikan sebagai salah satu tempat peringatan atas
kemartirannya. Stefanus yang dimaksudkan adalah Stefanus yang mati
dirajam oleh orang-orang Yahudi sampai mati (Baca : Kis 7:1-60).
Stefanus ini adalah salah seorang murid yang dipilih untuk melayani meja
(Kis 6:2), yaitu suatu bentuk pelayanan untuk mengurus dan
mendistribusikan bantuan kepada janda-janda tua dalam komunitas jemaat.
Stefanus bukan hanya seseorang yang melayani sebagai pelayan meja saja, namun
dikatakan bahwa ia adalah orang yang penuh iman dan Roh Kudus (Kis 6:5)
yang juga memberitakan Injil Yesus Kristus dengan penuh kuasa dan
karunia dan juga mengadakan tanda-tanda di depan banyak orang (Kis
6:8-10). Lanjut
lagi, setelah kami masuk ke dalam Gerbang itu, kami berjalan sampai ke
sebuah gereja yang dinamakan gereja St. Anna (St. Anne’s Church). Gereja
ini dibangun pada abad 12, antara tahun 1131 dan tahun 1138. Awalnya
cukup penasaran siapa St. Anna itu, tour guide kami menjelaskan
bahwa St. Anna (Hannah) adalah ibu dari Maria. Dan gereja ini pun
dibangun diatas tanah kelahirannya. Gereja ini merupakan gereja dengan
arsitektur Romawi dan banyak hal yang terjadi pada gereja ini. Salah
satunya, gereja ini pernah menjadi Sekolah Teologi Islam yang diubah
oleh Saladin dan prasastinya bisa dilihat di depan pintu masuk gereja.

Ada satu yang paling berkesan saat masuk ke dalam gereja
St. Anna ini yaitu kita bisa bernyanyi hanya dengan suara kita dan
hasilnya adalah harmoni yang sangat indah tanpa memakai alat musik. Saat
itu kami mulai melantunkan satu pujian “Haleluya 12x” dan saya sungguh
merasakan dinamika music itu keluar dan dimainkan oleh gema dari gereja
tersebut. Selesai bernyanyi kami diam namun suara pujian tersebut masih
berdengung indah di dalam gereja, apalagi saat itu kami bernyanyi dengan
beragam suara yaitu sopran, alto dan tenor… kereeennn banget!! Heheee^^
Selanjutnya tak kalah fantastis ada sebuah sejarah di samping gerja St.
Anna yaitu kolam Bethesda. Dipercaya bahwa Kolam ini adalah kolam
dimana Tuhan Yesus pernah menyembuhkan seorang lumpuh 38 tahun (Baca :
Yoh 5 :1-15). Namun saat ini, kolam tersebut sudah menjadi reruntuhan.
air sudah berhenti mengalir & yang tinggal hanya kenangan saja.
Tapi di tempat ini pastinya Tuhan pernah melakukan perkara-perkara yang
ajaib. Seperti namanya Bethesda yaitu "house of divine grace" atau
"house of mercy" demikianlah Tuhan, Ia selalu rindu menyatakan anugerah
& belas kasihNya pada kita..
Bersyukur banget punya Tuhan yang adalah Bapa, Sahabat, Kekasih yang terbaik lebih dari siapapun... Terima Kasih juga Tuhan, karena Engkau membawaku sejauh ini... #big hug & kiss for Abba#
No comments:
Post a Comment